MEMOINDO

Berita Fakta Kebenaran


Aremania Protes Terkait Sanksi Sang Dirijen

MEMOINDO.COM – Aremania Protes Terkait Sanksi Sang Dirijen, Salah satu sanksi pada laga Arema FC vs Persebaya yakni, sanksi individu terhadap Yuli Sumpil dan Fandy berupa larangan masuk stadion di wilayah Indonesia selama seumur hidup.

Sanksi tersebut lantaran dirinya melakukan sejumlah pelanggaran yang terjadi saat Arema melawan Persebaya kemarin.

Alasan Yuli melakukan tindakan tersebut lantaran pada pertandingan Mei 2018 lalu para Bonek juga melakukan hal yang sama kepada Arema saat mereka bermain di Gelora Bung Tomo. Namun, saat itu Arema tidak melakukan protes kepada PSSI.

Baca Juga :

gempabumi dengan kekuatan: 6.4 SR, 61 km TimurLaut SITUBONDO-JATIM, 

Rumah Bupati  Malang Rendra Kresna di geledah Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)

Mulai Hari ini Harga BBM Naik Di Seluruh Indonesia

Reaksi Para Santri Saat JOKOWI salah Mengucapkan Alfatihah 

“Aremania santai ketika logo disobek, inilah suporter. Teror pemain Persebaya di Malang tidak seberapa, teror di Surabaya lebih besar. Di Malang santai-santai,” ucap Yuli.

“Kami siap kalau pemain diteror sampai tidak dapat hotel di Surabaya, dapatnya di Gresik. Persebaya main di Malang dapat hotel di kota, dibiarkan saja,” tambahnya.

Pada Akhirnya , Yuli Sumpil dan rekannya dijatuhi sanksi larangan masuk stadion seumur hidup karena dinilai terlalu berlebihan dalam melakukan provokasi kepada Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu.

Aremania Protes Terkait Sanksi Sang Dirijen
Spanduk Bentuk Protes Terkait Sanksi Yang di berikan kepada Yuli Sumpil

Terkait Jatuhnya sanksi tersebut banyak kalangan aremania yang tidak setuju dan protes kepada PSSI dengan membentangkan sepanduk di Jembatan penyebrangan kota Lawang Kabupaten Malang dengan Tulisan

” BUKAN PEMBUNUH #PSSI J****K”
” SANKSI MEMBUNUH #SAVE JHOELES”

Sepanduk tersebut bentuk ketidakpuasan terkait sanksi yang di berikan PSSI kepada sang DIRIJEN Aremania Yuli Sumpil (Jhoeles) dan Fandi. Mereka menilai tindakan PSSI berat sebelah karena waktu lalu ada beberapa suporter dari beberapa klub Liga 1 terlibat pelanggaran yang sama dan ada juga yang sampai meninggal dunia. Aremania meminta PSSI agar mengkaji ulang keputusan sanksi tersebut.

Tinggalkan Komentar Kalian

%d blogger menyukai ini: